sungai serayu

Biasanya wisatawan yang hendak berkunjung ke pegunungan dieng sebelum masuk pintu gerbang utama persis di sebelah kana jalan raya terdapat situs mata air purba dieng.

Penduduk lokal menyebutnya tuk bima lukar atau kali serayu. Mata air yang muncul secara alami di area ladang pertanian kentang tersebut merupakan situs purbakala yang mana pada waktu peradaban hindu kuno masih berada di dataran tinggi dieng , tempat tersebut sering di gunakan sebagai tempat bersuci.

Sejarah nama sungai serayu dai ambil dari legenda sang bima yang melukar diri untuk mendapatkan kemenangan ketika bertanding membuat sungai dengan musuhnya dari pihak kurawa.

Cerita legenda nama sungai tersebut masih di hubungan dengan dunia pewayangan. Namun bagi masyarakat hindu kuno sumber mata air bima lukar atau serayu memiliki peran yang sangat penting. Hal itu juga di tandai dengan peninggalan situs batu kelir yang terletak di sebelah selatan membentang dari utara hingga selatan akan tetapi sayang sekali situs tersebut hanya tersisa sebagian saja.

Mitos populer dari sungai serayu dieng ” barang siapa mencuci muka di tuk bima lukar di percaya akan awet muda selamanya” terlepas dari hal itu juga bagi penduduk lokal dengan adanya mata air serayu sangat bermanfaat untuk keperluan sehari-hari.